You are viewing [info]hyacinthoides's journal

 
 
27 January 2012 @ 08:19 pm
Percakapan Tentang Alasan  
Aku tidak bisa jadi kayak kamu. Atau kayak teman-temanmu. Aku, sebagai orang "luar", suka sebel liat orang-orang yang "selevel" sama kamu. Well, atau memang mereka yang "selevel" sama kamu yang ada di sekitar aku nyebelin, haha.

Tapi aku orang "luar". Aku mungkin nggak se-worthy mereka. Apalagi buat kamu. Makanya aku jadi sebel sama mereka. Mungkin karena itu.

--

Aku: aku gagal, aku pengen ngulang. Gimana?
Kamu: terserah sih. Tapi kamu mau jadi ibu rumah tangga kan? Yang ini bakal lebih berguna daripada yang itu.
...
Aku: emangnya kamu mau istri kayak gimana? Nggak mau nikah sama yang anak itu juga?
Kamu: ibu rumah tangga. Yang bisa diajak diskusi macem-macem, masak makanan karbo non-nasi, bisa ngurus anak...

--

Aku: mungkin nggak sih, aku di sini, buat jagain kamu dari "dalam"? Dan kamu di situ buat jagain aku dari "luar"?
Kamu: mungkin aja.

--

Kamu: masih bingung sebenernya, mau ambil apa.
Aku: nggak jadi ambil anu?
Kamu: kalo gagal, bebannya berat...
Aku: pernah kepikiran nggak, aku ditempatin di sini buat bantuin kamu ngelewatin itu?
Kamu: mungkin.
(kamu tersenyum di bagian ini, karena akhirnya bisa ketemu!)

--

Mungkin aku cuma cari alasan karena aku tidak terima aku di sini dan kamu di situ. Mungkin juga aku terlalu insecure ada di sini dan kamu di situ. Tapi kamu bilang, mungkin itu alasannya. Kamu tersenyum.

Aku (mau) percaya!

P.S. Tau kok, alasan "dari hati" emang penting. Tapi alasan yang dikasih sama orang lain juga penting kan? Kamu tidak hidup sendirian, *Dok*. ("kamu" yang ini bukan "kamu" yang ditulis di atas)
 
 
( ❄❄❄ )